Rangkaian Seri dan Paralel

1. Rangkaian Seri
Rangkaian listrik yang terdiri dari dua atau lebih hambatan yang dihubungkan ke sumber daya hanya lewat satu rangkaian. Rangkaian ini dapat menghemat biaya karena kabel penghubung yang digunakan lebih sedikit. Dalam rangkaian seri arus yang lewat sama besar pada masing-masing komponen yang tersusun seri
Rangkaian seri juga memiliki kelemahan yaitu jika salah satu komponen rusak atau dilepas, maka komponen lain tidak akan bisa berfungsi karena arus listrik terhenti di komponen yang rusak atau dilepas. Rangkaian seri dapat memiliki banyak hambatan. Contoh sederhananya yaitu lampu pohon yang digunakan saat natal.
Sifat Rangkaian Seri diantaranya :
• Arus yang mengalir pada tiap hambatan adalah sama
• Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah hambatan seri. Jika besar hambatan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan
• Jika salah satu bagian dari rangkaian seri tidak terhubung atau rusak, maka aliran arus akan terhenti

2. Rangkaian Paralel
Rangkaian yang memiliki lebih dari 1 jalur arus listrik (bercabang), disusun secara parallel dengan satu sumber arus. Rangkaian parallel mebutuhkan banyak biaya dibanding seri karena lebih banyak kabel penyambung yang digunakan. Tetapi jika salah satu komponen rusak atau dilepas, komponen lain akan tetap berfungsi.
Sifat Rangkaian Paralel diantaranya :
• Tegangan pada tiap hambatan sama dengan tegangan sumber
• Hambatan total mengecil karena sebagian besar hambatan disusun secara parallel, hal tersebut mengakibatkan arus total lebih besar
• Jika salah satu komponen rusak atau dilepas, arus akan terputus hanya pada bagian rangkaian hambatan tersebut. Sedangkan rangkaian cabang lain akan tertap berfungsi sebagaimana mestinya

Komponen Elektronika

Komponen elektronika merupakan bagian dari peralatan elektronika yang tiap jenisnya memiliki fungsi berbeda. Dengan mengikuti perkembangan teknologi, komponen elektronika jenis dan fungsinya bertambah banyak. Terdapat dua jenis komponen elektonika yaitu komponen aktif dan komponen pasif.

a. Komponen Aktif
komponen aktif merupakan komponen yang membutuhkan arus listrik supaya   dapat bekerja sesuai fungsinya, contoh komponen aktif yaitu :

1. Transistor
Fungsi dari transistor sendiri yaitu untuk memperkuat arus listrik, sebagai saklar (switch), penyearah arus dan sebagainya. Transistor terdiri dari 3 kaki yaitu Base, Emitor, dan Kolektor. Transistor memiliki 2 tipe
yaitu PNP dan NPN.

2. Dioda
Dioda merupakan komponen yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dan menghambat arus listrik dari
arah sebaliknya. Diode memiliki 2 jenis yaitu anoda dan katoda, diode sendiri memiliki beberapa fungsi yaitu :

• Dioda biasa yang berfungsi untuk menyearahkan arus AC menjadi arus DC
• Dioda Zener yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh diode zener yang bersangkutan
• Light Emitting Diode (LED) merupakan diode yang dapat memancarkan cahaya monokromatik
• Dioda Foto merupakan jenis diode yang peka terhadap cahaya yang biasanya digunakan sebagai sensor
• Dioda Schottky merupakan diode yang berfungsi sebagai pengendali
• Dioda laser dapat memancarkan cahaya laser, diode ini juga sering disingkat dengan LD

b. Komponen Pasif
Komponen pasif sendiri merupakan kebalikan dari komponen aktif yaitu tidak membutuhkan arus listrik untuk dapat bekerja sesuai fungsinya. Contoh dari komponen pasif yaitu :

1. Resistor
Resistor memiliki fungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor juga biasa disebut hambatan. Satuan dari hambatan yaitu ohm (Ω). Nilai resistor diwakili dengan garis warna yang ada pada badan resistor. Resistor memiliki beberapa jenis diantaranya :
• Resistor yang bernilai tetap
• Resistor yang nilainya dapat diatur
• Resistor yang nilainya berubah sesuai dengan intensitas cahaya yang dapat disebut dengan LDR (Light Dependent Resistor)
• Resistor yang nilainya beruah sesuai dengan suhu, resistor jenis ini juga dapat disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient)

2. Kapasitor
Kapasitor adalah komponen yang dapat menyimpan energy atau muatan listrik dalam waktu sementara. Fungsi kapasitor diantaranya dapat memilih frekuensi radio, sebagai perata arus pada rectifier, dan sebagai filter dalam rangkaian power supply.